Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Desain Konstruksi Dan Aplikasi Sistem Monitoring Ketinggian Level Air Sungai Pada Daerah Rawan Banjir Saputra, Muliyadi; Rida, Muhammad Rasid
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.193-208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring ketinggian air sungai berbasis Internet of Things (IoT) sebagai upaya mitigasi bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Sistem dikembangkan untuk menggantikan metode pemantauan manual yang masih banyak digunakan oleh masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem perangkat keras dan lunak, serta uji coba lapangan. Perangkat keras menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 dan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang terhubung dengan Firebase Realtime Database. Data ketinggian air ditampilkan melalui aplikasi mobile dengan indikator warna hijau (aman), kuning (siaga), dan merah (bahaya). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara stabil dengan tingkat akurasi 98,3% dan waktu respons data sekitar 2–3 detik. Pengguna dapat memantau kondisi sungai secara real-time serta menerima notifikasi otomatis saat terjadi peningkatan signifikan pada tinggi muka air. Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada integrasi sistem IoT dengan aplikasi mobile berbasis Firebase yang dirancang secara modular dan hemat energi, sehingga dapat diterapkan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Kontribusi utama penelitian ini adalah menciptakan model kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem peringatan dini berbasis komunitas. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemantauan banjir, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana dan membuka peluang inovasi teknologi tepat guna di wilayah pedesaan
Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Untuk Mitigasi Perubahan Iklim: Studi Kasus Di Kabupaten Balangan Rida, Muhammad Rasid; Saputra, Muliyadi
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.179-192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dalam mendukung mitigasi perubahan iklim di tingkat komunitas pedesaan. Lokasi penelitian berada di TPS3R Kenanga Putih, Desa Tundakan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pra–pasca implementasi sistem digitalisasi pengelolaan sampah. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 40 responden, observasi langsung, dan pengukuran volume sampah organik serta anorganik yang dikelola. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan sikap masyarakat sebesar 31,8%, pengurangan pembakaran sampah terbuka hingga 60%, serta efisiensi pengumpulan dan pemilahan sebesar 28%. Penerapan kombinasi sensor volume sampah, alat pencacah organik otomatis, dan pelaporan digital terbukti meningkatkan transparansi data, partisipasi masyarakat, dan efektivitas sistem pengelolaan limbah desa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model “low-cost smart waste management” berbasis teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi pedesaan. Hasil penelitian memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pembangunan rendah karbon dan penerapan sistem pengelolaan limbah berkelanjutan di Indonesia
Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Potensi Perlindungan Hutan Tidak Langsung: Studi Kasus Pada Rentang Waktu Tertentu dari Bank Sampah Urban Dewan, Indonesia: Community Based Waste Management and Potential Indirect Forest Protection: A Time Series Case Study from Bank Sampah Urban Dewan, Indonesia Hadi, Wirawan; Saputra, Muliyadi
Jurnal Silva Tropika Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v10i1.52522

Abstract

ABSTRACT Community based waste management is increasingly recognized as a key component of circular economy transitions in developing countries. Its potential contribution to forest protection remains underexplored. This study aims to assess how the operational performance of a community-based waste bank reflects circular economy dynamics and its potential relevance for forest resource conservation study examines the role of waste banks as indirect instruments for forest resource conservation. The analysis is conducted at Bank Sampah Urban Dewan, a community waste bank in Indonesia,nal data from a community based waste bank system over the period 2021 – 2025. A time series approach is applied to examine trends in recovered waste, material composition, and participation adjusted recovery intensity (kg per customer per year). Results indicate that paper consistently represents the dominant recovered material, followed by plastic and cooking oil used. While total recovered waste increases over time, waste management intensity varies substantially, reflecting dynamic participation patterns. The dominance of paper recovery suggests a material substitution pathway, whereby increased availability of secondary fibers may reduce reliance on virgin forest-based resources. In this study, recovery intensity is employed as an operational proxy for circular economy performance and potential indirect forest pressure reduction. The findings highlight that waste bank can generate cross sector co-benefits beyond urban waste reduction, contributing to sustainable consumption and production (SDG 12), climate action (SDG 13), and life on land (SDG 15). Although causal impacts on deforestation are not quantified, the study provides empirical evidence supporting the integration of community-based waste management into broader forest and sustainability policies. This research advances the waste forestry nexus literature and offers a replicable analytical framework for assessing the indirect environmental benefits of circular economy interventions.   Keywords: community-based waste management, forest resource protection, sustainable development goals, waste bank       ABSTRAK Pengelolaan sampah berbasis komunitas semakin diakui sebagai komponen penting dalam transisi menuju ekonomi sirkular di negara-negara berkembang. Potensi kontribusinya terhadap perlindungan hutan masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana kinerja operasional sebuah bank sampah berbasis komunitas mencerminkan dinamika ekonomi sirkular serta relevansinya bagi konservasi sumber daya hutan, sekaligus mengkaji peran bank sampah sebagai instrumen tidak langsung dalam perlindungan sumber daya hutan. Analisis dilakukan di Bank Sampah Urban Dewan, sebuah bank sampah komunitas di Indonesia, menggunakan data operasional sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat selama periode 2021–2025. Pendekatan deret waktu (time series) diterapkan untuk mengkaji tren volume sampah yang dikelola, komposisi material, serta intensitas pengelolaan yang disesuaikan dengan tingkat partisipasi (kg per nasabah per tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kertas secara konsisten merupakan material yang paling dominan dipulihkan, diikuti oleh plastik dan minyak jelantah. Meskipun total sampah yang dikelola meningkat dari waktu ke waktu, intensitas pengelolaan sampah berfluktuasi secara signifikan, mencerminkan dinamika pola partisipasi masyarakat. Dominasi pemulihan kertas mengindikasikan adanya jalur substitusi material, di mana peningkatan ketersediaan serat sekunder berpotensi mengurangi ketergantungan pada sumber daya berbasis hutan yang bersifat primer. Dalam penelitian ini, intensitas pemulihan digunakan sebagai proksi operasional untuk kinerja ekonomi sirkular dan potensi pengurangan tekanan terhadap hutan secara tidak langsung. Temuan ini menegaskan bahwa bank sampah dapat menghasilkan manfaat lintas sektor yang melampaui pengurangan sampah perkotaan semata, dengan berkontribusi pada tujuan konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), aksi iklim (SDG 13), serta perlindungan ekosistem daratan (SDG 15). Meskipun dampak kausal terhadap deforestasi belum dapat dikuantifikasi secara langsung, penelitian ini memberikan bukti empiris yang mendukung integrasi pengelolaan sampah berbasis komunitas ke dalam kebijakan kehutanan dan keberlanjutan yang lebih luas. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai keterkaitan antara pengelolaan sampah dan kehutanan serta menawarkan kerangka analitis yang dapat direplikasi untuk menilai manfaat lingkungan tidak langsung dari intervensi ekonomi sirkular.   Kata kunci: bank sampah, pengelolaan sampah berbasis komunitas, perlindungan sumber daya hutan, tujuan pembangunan berkelanjutan
Environmental Health Risk Analysis of TSP and PM10 Exposure to Communities Around Coal Mining Muhammad Isra Ahdyannor; Muliyadi Saputra
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i3.71

Abstract

ABSTRACT The coal mining industry contributes to the emission of Total Suspended Particulate (TSP) and Particulate Matter 10 (PM10) dust which has the potential to disrupt the health of the surrounding community. The main problem with this study is that the level of health risk due to exposure to dust is not yet known in detail. The purpose of the study was to analyze the level of non-carcinogenic health risks from TSP and PM10 exposure in communities around coal mining areas. The research used the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method. The population is the community around the mine with samples taken at four points of air measurement locations. Sampling was carried out by taking TSP and PM10 concentration data. The research variables included dust concentration, anthropometric characteristics and respondent activity patterns. Data were collected using dust measuring tools as well as interview questionnaires and analyzed using the RQ approach for risk characterization. The Risk Quotient (RQ) values for the TSP parameter range from 0.002 to 0.010 and for PM10 range from 0.1166 to 0.7876, all of which are still below the risk threshold (RQ < 1). This shows a low non-carcinogenic risk to the community around the mine. However, monitoring and control efforts are still necessary especially at points with the highest PM10 RQ values that are close to safe limits. Effective risk management through dust source control, use of personal protective equipment, periodic monitoring, and public education must continue to be optimized to maintain public health and minimize potential impacts in the future. Keywords: ARKL, RQ, Coal Mining, PM10, TSP