ABSTRACT Pulai wood (Alstonia scholaris L.) is a type of fast growing wood which classified as light wood which has durable and strong class IV-V. Pulai wood are naturally less durable (not long-lasting) which causes the wood be easily damaged, porous or rotten by attacks by wood-destroying organisms such as termite (Cryptotermes sp.). Attacks by wood-destroying organisms can be avoided by preserving wood so that can increase the useful life of the wood. Liquid smoke is one of the potential ingredients to used as an alternative preservative. One raw material that has the potential to used to make liquid smoke is rengas sawdust because it contains compounds that are toxic to wood-destroying organisms. Aim of the research is to analyze the effect of interactions between wood parts and different concentrations of liquid smoke on the durability of pulai wood (Alstonia scholaris L.) from attacks by termites. The treatment factors used are the wood part (base, middle, top) and liquid smoke concentration (15%, 30%, 45% and 60%). The test parameters observed were the water content of rengas powder, liquid smoke yield, retention, absorption, penetration and weight loss. The best concentration is 60% in all parts of the wood which can increase the durability of Pulai wood to durable class II for the intensity of termite attacks. Keywords: durability, feeding, liquid smoke, pulai wood, termites ABSTRAK Kayu pulai (Alstonia scholaris L.) adalah salah satu jenis kayu cepat tumbuh yang tergolong kayu ringan yang memiliki kelas awet dan kelas kuat IV-V. Sifat kayu pulai secara alami kurang tahan lama (tidak awet) yang menyebabkan kayu mudah rusak, keropos atau lapuk oleh serangan organisme perusak kayu salah satunya rayap kayu kering (Cryptotermes sp.). Serangan organisme perusak kayu dapat dihindari dengan dilakukannya pengawetan kayu sehingga dapat menambah masa pakai kayu. Asap cair merupakan salah satu bahan yang potensial untuk dijadikan bahan pengawet alternatif. Salah satu bahan baku yang sangat potensial digunakan untuk membuat asap cair adalah serbuk gergajian kayu rengas karena mengandung senyawa yang bersifat racun bagi organisme perusak kayu. Tujuan dari penelitian, menganalisis pengaruh interaksi antara bagian kayu dengan perbedaan konsentrasi asap cair terhadap keawetan kayu pulai (Alstonia scholaris L.) dari serangan rayap kayu kering. Faktor perlakuan yang digunakan adalah bagian kayu (pangkal, tengah, ujung) dan konsentrasi asap cair (15%, 30%, 45% dan 60%). Parameter uji yang diamati adalah kadar air serbuk rengas, rendemen asap cair, retensi, absorbsi, penetrasi dan penurunan bobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik adalah 60% pada semua bagian kayu dapat memberikan peningkatan pada keawetan kayu pulai menjadi kelas awet II dari intensitas serangan rayap kayu kering. Kata kunci: asap cair, kayu pulai, keawetan, pengumpanan, rayap kayu kering
Copyrights © 2026