The management of inclusive children has largely focused on physical-mechanistic approaches, often overlooking the emotional and relational dimensions that contribute to psychomotor development. This study aimed to analyze the implementation of Stephen A. Mitchell’s relational therapy approach based on Christ’s love in improving the psychomotor abilities of inclusive children at the House of Faith Foundation. This qualitative study employed a case study design using observations, interviews with parents and therapists, and documentation, with data analyzed through triangulation. The findings revealed that warm relationships, unconditional acceptance, and Agape love created a sense of security, reduced anxiety and muscle rigidity, and improved both gross and fine motor skills as well as children’s independence. The study concludes that Christ-centered relational therapy effectively enhances psychomotor development while strengthening self-esteem, self-confidence, and the emotional stability of inclusive children. ABSTRAKPendekatan penanganan anak inklusif masih didominasi aspek fisik-mekanistik sehingga sering mengabaikan dimensi emosional dan relasional yang berperan dalam perkembangan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan terapi relasional Stephen A. Mitchell berbasis Kasih Kristus dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik anak inklusif di Yayasan House of Faith. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara dengan orang tua dan guru terapi, serta dokumentasi yang dianalisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang hangat, penerimaan tanpa syarat, dan kasih (Agape) menciptakan rasa aman, mengurangi kecemasan dan rigiditas otot, serta meningkatkan kemampuan motorik kasar, motorik halus, dan kemandirian anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi relasional berbasis Kasih Kristus efektif mendukung perkembangan psikomotorik sekaligus memperkuat harga diri, kepercayaan diri, dan kestabilan emosional anak inklusif.
Copyrights © 2026