Latar belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi akibat komplikasi persalinan dan keterlambatan rujukan. Tujuan: Mengidentifikasi pola spasial komplikasi persalinan dan kegagalan rujukan di 38 provinsi Indonesia serta menganalisis determinan tidak dirujuknya ibu dengan komplikasi. Metode: Studi ekologi menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Unit analisis adalah 38 provinsi dengan sampel 7.842 perempuan usia 10-54 tahun yang melahirkan pada periode Januari-Desember 2023. Variabel meliputi 11 jenis komplikasi persalinan dan status rujukan (segera dirujuk, jeda waktu, tidak dirujuk). Hasil: Analisis dilakukan dengan scatterplot berdasarkan nilai mean komplikasi (15,5%) dan tidak dirujuk (30,5%), serta stratifikasi pada provinsi prioritas menggunakan microsoft excell 2021. Analisis kuadran mengidentifikasi 6 provinsi prioritas (15,8%): komplikasi tinggi dan tidak dirujuk tinggi, yaitu Gorontalo, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Meskipun 59-69,6% ibu dengan komplikasi berisiko tinggi (ketuban pecah dini, partus lama) ditolong tenaga kesehatan, alasan dominan tidak dirujuk adalah “merasa tidak perlu”. Kesimpulan: Kegagalan rujukan maternal merupakan masalah multidimensional dengan kesenjangan utama pada persepsi urgensi (Health Belief Model) dan komunikasi risiko obstetri. Saran: Pemetaan provinsi prioritas memberikan bukti empiris untuk intervensi presisi, terutama penguatan edukasi tanda bahaya obstetri kepada ibu-keluarga dan peningkatan kualitas komunikasi tenaga kesehatan mengenai urgensi rujukan.
Copyrights © 2026