Sardin Sardin
Prodi Doktor Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komplikasi Persalinan dan Kegagalan Rujukan di Indonesia : Analisis Ekologi Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Astuti Dyah Bestari; Sardin Sardin
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1839

Abstract

Latar belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi akibat komplikasi persalinan dan keterlambatan rujukan. Tujuan: Mengidentifikasi pola spasial komplikasi persalinan dan kegagalan rujukan di 38 provinsi Indonesia serta menganalisis determinan tidak dirujuknya ibu dengan komplikasi. Metode: Studi ekologi menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Unit analisis adalah 38 provinsi dengan sampel 7.842 perempuan usia 10-54 tahun yang melahirkan pada periode Januari-Desember 2023. Variabel meliputi 11 jenis komplikasi persalinan dan status rujukan (segera dirujuk, jeda waktu, tidak dirujuk). Hasil: Analisis dilakukan dengan scatterplot berdasarkan nilai mean komplikasi (15,5%) dan tidak dirujuk (30,5%), serta stratifikasi pada provinsi prioritas menggunakan microsoft excell 2021. Analisis kuadran mengidentifikasi 6 provinsi prioritas (15,8%): komplikasi tinggi dan tidak dirujuk tinggi, yaitu Gorontalo, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Meskipun 59-69,6% ibu dengan komplikasi berisiko tinggi (ketuban pecah dini, partus lama) ditolong tenaga kesehatan, alasan dominan tidak dirujuk adalah “merasa tidak perlu”. Kesimpulan: Kegagalan rujukan maternal merupakan masalah multidimensional dengan kesenjangan utama pada persepsi urgensi (Health Belief Model) dan komunikasi risiko obstetri. Saran: Pemetaan provinsi prioritas memberikan bukti empiris untuk intervensi presisi, terutama penguatan edukasi tanda bahaya obstetri kepada ibu-keluarga dan peningkatan kualitas komunikasi tenaga kesehatan mengenai urgensi rujukan.