Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat akibat tingginya penggunaan plastik dan rendahnya tingkat pengelolaannya di masyarakat. Kondisi ini juga ditemukan di Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, yang masih menghadapi permasalahan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik serta terbatasnya pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah plastik melalui penerapan metode ecobrick. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif yang melibatkan 25 peserta yang terdiri atas masyarakat dan pelajar, serta dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi lingkungan, aksi pungut sampah, pelatihan pembuatan ecobrick, produksi ecobrick, pembangunan gapura ecobrick, dan evaluasi program.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mempraktikkan pembuatan ecobrick secara mandiri. Program menghasilkan luaran berupa ecobrick dan gapura ecobrick yang berfungsi sebagai media edukasi lingkungan sekaligus simbol kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode ecobrick efektif sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengurangan sampah plastik serta peningkatan kesadaran lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Copyrights © 2026