Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 62 pegawai yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t = -5,764; sig. 0,000), stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t = -6,926; sig. 0,000), serta secara simultan konflik kerja dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F = 40,618; sig. <0,001). Nilai koefisien determinasi sebesar 57,9% menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan variasi kinerja pegawai.
Copyrights © 2026