Perkembangan teknologi digital menuntut penguatan literasi digital di sekolah dasar. Sekolah perlu menyelaraskan literasi digital dengan nilai kearifan lokal agar peserta didik cakap teknologi, berkarakter, dan beridentitas budaya. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi kerangka konseptual literasi digital berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Metode yang digunakan systematic review dengan pendekatan PRISMA meliputi tahap identification, screening, eligibility, dan included. Artikel ditelusuri melalui Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan ProQuest dengan kata kunci literasi digital, kearifan lokal, pendidikan karakter, dan sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital di sekolah dasar mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, memproduksi, dan mengomunikasikan informasi digital secara etis. Nilai kearifan lokal yang relevan meliputi religiusitas, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan harmoni dengan alam yang tercermin dalam permainan tradisional, cerita rakyat, dan adat istiadat. Kajian ini menghasilkan kerangka konseptual yang memadukan nilai kearifan lokal sebagai landasan etis, kompetensi literasi digital sebagai kemampuan inti, strategi pembelajaran sebagai proses implementasi, dan dukungan ekosistem pendidikan sebagai faktor penguat.
Copyrights © 2026