Kurkumin merupakan senyawa aktif utama dari Curcuma longa yang termasuk dalam golongan Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab karies gigi. Namun, pemanfaatan kurkumin masih terbatas karena memiliki kelarutan dalam air dan bioavailabilitas yang rendah. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, kurkumin diformulasikan dalam sistem penghantaran obat berbasis nanoemulsi menggunakan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimum SNEDDS kurkumin, mengevaluasi karakteristik fisikokimianya, serta menentukan aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Formula SNEDDS disusun menggunakan kombinasi asam oleat sebagai fase minyak, Tween 80 sebagai surfaktan, dan PEG 400 sebagai kosurfaktan. Optimasi formula dilakukan menggunakan metode D-optimal mixture design. Formula yang diperoleh kemudian dikarakterisasi berdasarkan ukuran partikel, waktu emulsifikasi, drug loading, dan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap Streptococcus mutans ATCC 25175. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum SNEDDS kurkumin memiliki ukuran partikel sebesar 138,3 nm, waktu emulsifikasi 11,07 detik, nilai drug loading sebesar 16,33 mg/mL dan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 13,00 mm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa formulasi SNEDDS mampu menghasilkan karakteristik nanoemulsi yang baik serta mempertahankan aktivitas antibakteri kurkumin terhadap Streptococcus mutans.
Copyrights © 2026