Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 

Uji Aktivitas Anti Jerawat Krim Kratom (Mitragyna speciosa) pada Tikus Wistar yang Diinduksi Propionibacterium acnes

Ariffialdi Nurhidyattulloh (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
Fath Dwisari (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
Adelia Chintya Ningrum (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
Khoirul Rista Abidin (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
Abdurraafi’ Maududi Dermawan (Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia)
Nur Arsella (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
M. Dzaki Al Ghifari (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
M. Fikri Amrulloh (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
M. Erik Fernando (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)
Sulisti Okta Romadhon (Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, Pontianak, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan gangguan kulit inflamasi kronis yang berhubungan dengan inflamasi akibat Propionibacterium acnes (P. acnes). Meningkatnya kekhawatiran terhadap resistensi antibiotik mendorong pencarian alternatif terapi topikal berbasis bahan alam. Mitragyna speciosa (M. speciosa), yang dikenal sebagai kratom, mengandung metabolit sekunder bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, senyawa fenolik, dan saponin yang dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi anti jerawat dari krim topikal yang diformulasikan menggunakan ekstrak metanol M. speciosa. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia dan formulasi krim dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%. Aktivitas antibakteri terhadap P. acnes diuji menggunakan metode difusi cakram. Uji in vivo dilakukan pada tikus Wistar betina yang diinduksi P. acnes, dibagi ke dalam lima kelompok (n = 6 per kelompok), yaitu kontrol tanpa terapi (Acnes), asam azelaic (Aaz), serta tiga kelompok perlakuan krim ekstrak (MG 5, MG 10, MG 15). Tingkat keparahan jerawat dinilai melalui skor klinis dan pemeriksaan histopatologi jaringan telinga. Skrining fitokimia mengonfirmasi keberadaan alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Krim ekstrak konsentrasi 10% dan 15% menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 7,97 ± 0,40 mm dan 8,27 ± 0,91 mm, lebih rendah dibandingkan krim asam azelaic 20% (15,80 ± 0,00 mm). Analisis nonparametrik menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok pada hari ke-3 dan ke-5 (p > 0,05). Meskipun demikian, kelompok perlakuan ekstrak menunjukkan kecenderungan penurunan skor jerawat secara deskriptif, yang didukung oleh perbaikan gambaran histopatologis jaringan telinga. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi aktivitas biologis krim ekstrak metanol M. speciosa sebagai kandidat terapi topikal jerawat, namun efektivitasnya masih memerlukan konfirmasi melalui optimasi formulasi dan penelitian lanjutan dengan kekuatan statistik yang lebih memadai.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmpi

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : ...