Daun suruhan Peperomia pellucida (L.) Kunth merupakan tanaman herba yang mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap kadar flavonoid total serta aktivitas antibakteri ekstrak daun suruhan terhadap Staphylococcus aureus. Proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%. Analisis kualitatif dilakukan dengan uji fitokimia, sedangkan penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid total ekstrak daun suruhan dengan metode refluks (10,8474 mgQE/g) lebih tinggi dibandingkan metode maserasi (9,6798 mgQE/g), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,020). Hasil aktivitas antibakteri menunjukkan perbedaan signifikan antara metode ekstraksi dengan daya hambat (p = 0,039), variasi konsentrasi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap daya hambat antibakteri (p = 0,000). Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode ekstraksi dan konsentrasi ekstrak merupakan faktor aktivitas antibakteri. Hasil korelasi menunjukkan bahwa peningkatan kadar flavonoid berbanding lurus dengan zona diameter zona hambat yang dihasilkan. Metode ekstraksi memiliki pengaruh terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada ekstrak daun suruhan, metode refluks menghasilkan kadar flavonoid total dan aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan maserasi.
Copyrights © 2026