Susilowati Susilowati
Program Studi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Metode Ekstraksi Daun Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) Terhadap Kadar Flavonoid Total Dan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Estiningtyas Nugraheni; Susilowati Susilowati; Didik Wahyudi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1225

Abstract

Daun suruhan Peperomia pellucida (L.) Kunth merupakan tanaman herba yang mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap kadar flavonoid total serta aktivitas antibakteri ekstrak daun suruhan terhadap Staphylococcus aureus. Proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%. Analisis kualitatif dilakukan dengan uji fitokimia, sedangkan penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid total ekstrak daun suruhan dengan metode refluks (10,8474 mgQE/g) lebih tinggi dibandingkan metode maserasi (9,6798 mgQE/g), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,020). Hasil aktivitas antibakteri menunjukkan perbedaan signifikan antara metode ekstraksi dengan daya hambat (p = 0,039), variasi konsentrasi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap daya hambat antibakteri (p = 0,000). Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode ekstraksi dan konsentrasi ekstrak merupakan faktor aktivitas antibakteri. Hasil korelasi menunjukkan bahwa peningkatan kadar flavonoid berbanding lurus dengan zona diameter zona hambat yang dihasilkan. Metode ekstraksi memiliki pengaruh terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada ekstrak daun suruhan, metode refluks menghasilkan kadar flavonoid total dan aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan maserasi.