Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki kemajemukan suku, agama, ras, dan budaya. Kemajemukan tersebut dapat menjadi kekuatan sosial, tetapi juga berpotensi memunculkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial asosiatif dan peran modal sosial dalam menjaga toleransi pada masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 25 informan yang terdiri atas tokoh agama, tokoh adat, aparatur pemerintah, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi sosial dibangun melalui interaksi sosial yang bersifat inklusif, seperti kerja sama ekonomi, gotong royong, dan solidaritas sosial antarwarga. Selain itu, modal sosial berupa kepercayaan, norma resiprositas, dan jaringan sosial berperan penting dalam memperkuat integrasi sosial masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi dalam masyarakat multikultural dapat dipertahankan melalui penguatan nilai-nilai lokal, komunikasi sosial yang baik, serta mekanisme penyelesaian konflik secara kekeluargaan.
Copyrights © 2026