Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi pemerintah untuk meningkatkan status gizi dan mendorong perilaku konsumsi sehat pada anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas MBG terhadap peran orang tua, pola konsumsi obesogenik, dan status gizi antropometrik pada anak sekolah dasar di Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada empat sekolah dasar penerima MBG dengan sampel 197 siswa yang dipilih menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometrik, kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman Correlation dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas MBG berpengaruh signifikan terhadap peran orang tua (p=0,048), pola konsumsi obesogenik (p=0,047), dan status gizi antropometrik (p=0,040). Analisis regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa status gizi antropometrik merupakan variabel yang paling dipengaruhi oleh efektivitas MBG (Model Fitting Information p=0,017; parameter estimates kategori efektif p=0,038; estimate=0,593). Disimpulkan bahwa efektivitas MBG berpengaruh signifikan terhadap ketiga variabel, dengan status gizi antropometrik sebagai variabel paling dominan. Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan MBG melalui pemantauan status gizi, pengendalian pola konsumsi obesogenik, dan peningkatan peran orang tua.
Copyrights © 2026