Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk hegemoni media digital terhadap apresiasi sastra peserta didik serta faktor-faktor yang mendorong dan menghambat apresiasi sastra dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan penelusuran literatur melalui basis data Google Scholar dan SINTA. Dari penelusuran awal diperoleh 32 artikel, kemudian dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi sehingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hegemoni media digital terhadap apresiasi sastra terwujud melalui tiga mekanisme, yaitu dominasi algoritma platform digital dalam membentuk selera konten, perubahan pola konsumsi informasi peserta didik, dan pengaruh budaya populer digital yang menggeser fungsi karya sastra. Faktor yang mendorong hegemoni meliputi kemudahan akses konten digital, daya tarik konten visual dan interaktif, serta pengaruh teman sebaya. Faktor yang menghambat apresiasi sastra mencakup berkurangnya waktu membaca, rendahnya budaya literasi keluarga, terbatasnya strategi guru, dan materi sastra yang kurang relevan dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran sastra yang adaptif di era digital.
Copyrights © 2026