Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi program pembiasaan shalat Dhuha terhadap karakter disiplin dan religius peserta didik Fase B, serta mengidentifikasi faktor penghambat internalisasinya di MI Sultan Agung 1 Kalipoh, Kebumen. Pendekatan kualitatif studi kasus diterapkan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur bersama kepala madrasah dan guru kelas III–IV, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shalat Dhuha terjadwal rutin dari Senin hingga Sabtu. Namun, kedisiplinan siswa Fase B masih rendah, ditandai oleh keterlambatan, pelanggaran tata tertib, ketidakstabilan partisipasi, dan kurangnya tanggung jawab membawa alat ibadah. Karakter religius juga belum optimal dalam aspek kekhusyukan, kesadaran spiritual, serta kebiasaan berdoa, meski hafalan doa meningkat melalui metode jahr. Faktor pendukungnya adalah peran aktif guru dan orang tua, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, mobilisasi wudhu, dan pasokan air. Kesimpulannya, pembiasaan ritual periodik belum otomatis mentransformasikan nilai-nilai substantif tanpa kesadaran dan proses internalisasi memadai pada diri siswa.
Copyrights © 2026