Masa nifas merupakan periode penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Salah satu faktor yang memengaruhi produksi ASI adalah hormon prolaktin. Rendahnya stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin dapat menyebabkan produksi ASI tidak optimal. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat merangsang pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin sehingga meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pijat oksitosin terhadap peningkatan hormon prolaktin pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan metode desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kadar hormon prolaktin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pijat oksitosin selama 15–20 menit selama tiga hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil Penelitian Rata-rata kadar hormon prolaktin sebelum intervensi sebesar 89,40 ng/mL dan meningkat menjadi 126,53 ng/mL setelah intervensi. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap peningkatan hormon prolaktin pada ibu nifas.Pijat oksitosin efektif meningkatkan kadar hormon prolaktin pada ibu nifas sehingga dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan dalam mendukung keberhasilan menyusui.
Copyrights © 2026