Ekosistem mangrove memberikan jasa ekosistem penting yang mendukung ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Tumpahan minyak di Perairan Karawang tahun 2019 dan 2021 telah menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove. Penelitian telah dilakukan di Pantai Sedari, Karawang pada bulan Maret 2023 yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi mangrove pasca tumpahan minyak. Penelitian dilakukan dengan metode random terstratifikasi di 3 lokasi. Pengambilan data meliputi analisis vegetasi, pertumbuhan dan tutupan mangrove, makrozoobenthos, dan pengukuran konsentrasi total petroleum hidrokarbon (TPH) di air laut dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan kondisi ekosistem mangrove terdiri dari 3 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Avicennia alba dan Avicennia officinalis. Kondisi ekologis mangrove menunjukkan kategori kerapatan sedang – rapat (1.433 – 1.766 ind/ha), kategori tutupan mangrove sedang – rapat (62,06 ± 5,15% - 78,38 ± 1,47%), Hasil analisis vegetasi menunjukkan Rhizophora memegang peran ekologis yang paling besar di stasiun 1, sedangkan di stasiun 2 dan 3 dipegang oleh Avicenia. Kelimpahan makrozoobenthos (22 – 75 ind/m2). Kondisi ekosistem mangrove berdasarkan residu minyak menunjukkan bahwa lokasi penelitian masih terdampak oleh minyak yang ditunjukkan dengan konsentrasi petroleum hidrokarbon (TPH) pada air laut dan sedimen dalam kategori tinggi (0,887 ± 0,04 - 1,067 ± 0,12 ppm) dan (0,44 ± 0,2 - 4,55 ± 3,85 ppm). Selain itu juga masih terdeteksinya sisa bercak hitam memudar pada akar dan batang mangrove. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk membersihkan residu minyak yang masih ada di ekosistem mangrove ini serta tindakan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang potensial menyebabkan pencemaran minyak.
Copyrights © 2026