Christian education in the post-truth era faces serious challenges in transmitting faith leadership rooted in biblical absolute truth to Generation Z. The fragmentation of truth relativism and the dominance of digital narratives related to hoaxes have weakened the process of sustainable church leadership regeneration. The text of 2 Timothy 2:2 is an important theological reference for understanding how Paul designed intergenerational leadership transmission. This study aims to analyse Paul's concept of leadership transmission according to 2 Timothy 2:2 and its relevance to Generation Z Christian education in the post-truth era. The research method used is descriptive qualitative with an exegetical and literature study approach. It can be concluded that, based on the historical and theological context of 2 Timothy 2:2, Paul's leadership emphasises the importance of conscious, layered, and continuous transmission of faith and ministry authority within the Christian community. Exegetical analysis of this verse shows that Paul's concept of leadership transmission is not only about passing on teachings but also about shaping character, integrity, and the competence of trustworthy teachers across generations. In the context of the post-truth era, Paul's leadership paradigm provides a strategic foundation for Christian education to nurture leaders who are rooted in the truth of the Gospel, critical of relativism, and faithful in authentically transmitting the faith. AbstrakPendidikan Kristen pada era post-truth menghadapi tantangan serius dalam mentransmisikan kepemimpinan rohaniyang berakar pada kebenaran mutlak alkitabiah kepada Generasi Z. Fragmentasi dari relativisme kebenaran, dan dominasi narasi digital berkaitan dengan hoak menyebabkan melemahnya proses kaderisasi kepemimpinan gerejawi yang berkelanjutan. Teks 2 Timotius 2:2 menjadi rujukan teologis penting untuk memahami bagaimana Paulus merancang transmisi kepemimpinan yang berorientasi lintas generasi atau inter generasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep transmisi kepemimpinan Paulus menurut 2 Timotius 2:2 serta implikasinya bagi pendidikan Kristen Generasi Z di era post-truth. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskritif dengan pendekatan studi eksegetis dan studi literature. Maka dapat disimpulkan bahwa berangkat dari konteks historis dan teologis 2 Timotius 2:2, kepemimpinan Paulus menegaskan pentingnya transmisi iman dan otoritas pelayanan secara sadar, berlapis, dan berkesinambungan dalam komunitas Kristen. Analisis eksegetis ayat ini menunjukkan bahwa konsep transmisi kepemimpinan Paulus tidak hanya bersifat pewarisan ajaran, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kompetensi pengajar yang dapat dipercaya lintas generasi. Dalam konteks era post-truth, paradigma kepemimpinan Paulus menjadi landasan strategis bagi pendidikan Kristen untuk menumbuhkan pemimpin yang berakar pada kebenaran Injil, kritis terhadap relativisme, dan setia mentransmisikan iman secara autentik.
Copyrights © 2026