Penelitian ini bertujuan mengkaji konstruksi makna pelestarian permainan tradisional Kutai dalam ruang budaya lokal di era digital. Kajian ini berangkat dari fenomena menurunnya praktik permainan tradisional akibat dominasi hiburan digital, sekaligus munculnya media digital sebagai ruang dokumentasi budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sudut pandang penulis sebagai pengkaji terhadap video Rumah Budaya Kutai yang dipublikasikan melalui YouTube. Data dianalisis melalui pengamatan narasi, visual, aktivitas budaya, simbol ruang, dan praktik permainan tradisional yang ditampilkan dalam video. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional Kutai dikonstruksi sebagai warisan budaya yang memuat nilai kebersamaan, sportivitas, edukasi karakter, dan identitas lokal. Rumah Budaya Kutai berperan sebagai ruang pelestarian yang menghubungkan praktik tradisi dengan generasi muda. Media digital memperluas jangkauan pelestarian, tetapi tetap perlu diimbangi dengan praktik langsung agar permainan tradisional tidak berhenti sebagai tontonan.
Copyrights © 2026