Artikel ini membahas pendekatan filologi dalam studi naskah tafsir Al-Qur'an sebagai metode untuk memahami, merekonstruksi, dan mengkaji teks-teks tafsir klasik yang diwariskan dalam bentuk manuskrip. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Pembahasan mencakup pengertian, sejarah, prosedur, dan unsur-unsur pendukung pendekatan filologi, contoh penerapannya pada tafsir Tarjuman al-Mustafīd karya Syaikh Abdur Rauf al-Singkili, serta problematika penerapannya dalam studi naskah tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan filologi berperan penting dalam mengidentifikasi karakteristik manuskrip, melakukan transliterasi teks, dan membandingkan varian naskah. Analisis terhadap Tarjuman al-Mustafīd memperlihatkan adanya penyempurnaan teks melalui penyesuaian ejaan, struktur kalimat, dan tanda baca tanpa mengubah makna utama tafsir. Selain itu, kajian ini mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam penerapan filologi, meliputi kerusakan fisik manuskrip, keterbatasan akses terhadap naskah, kebutuhan kompetensi multibahasa, serta minimnya peneliti yang ahli di bidang filologi sekaligus ilmu tafsir. Dengan demikian, pendekatan filologi menjadi metode penting dalam menjaga keaslian warisan intelektual Islam, sekaligus menghadapi tantangan metodologis yang perlu mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi.
Copyrights © 2026