Meningkatnya partisipasi perempuan Generasi Z dalam dunia kerja mendorong organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang mampu mendukung perilaku inovatif karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh empowerment analyst, kesesuaian penempatan kerja, dan pengembangan kompetensi karyawan terhadap employee innovation behavior pada karyawan perempuan Generasi Z di Kota Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 99 responden dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empowerment analyst berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee innovation behavior (t = 2,202; sig. = 0,030). Pengembangan kompetensi karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee innovation behavior (t = 6,048; sig. < 0,001). Sementara itu, kesesuaian penempatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap employee innovation behavior (t = 1,668; sig. = 0,099). Secara simultan, empowerment analyst, kesesuaian penempatan kerja, dan pengembangan kompetensi karyawan berpengaruh signifikan terhadap employee innovation behavior (F = 68,436; sig. < 0,001). Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 68,4% variasi employee innovation behavior dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pemberdayaan dan pengembangan kompetensi dalam meningkatkan perilaku inovatif karyawan perempuan Generasi Z.
Copyrights © 2026