Perkembangan motorik halus anak Kelompok A di TK Kartika VII-13 Denpasar masih memerlukan stimulasi yang sistematis karena beberapa anak mengalami kesulitan dalam kegiatan yang melibatkan koordinasi jari dan tangan, seperti menggambar, menggunting, menempel, dan menebalkan garis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi kegiatan finger painting, mengetahui perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan tersebut, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan validasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi finger painting dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru menyiapkan tujuan pembelajaran, tema, bahan yang aman, serta prosedur kelas, kemudian membimbing anak pada kegiatan pembukaan, inti, dan penutup. Motorik halus anak berkembang melalui kelenturan jari, koordinasi mata dan tangan, kontrol gerakan, serta kemampuan memanipulasi media lukis. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, dukungan sekolah, ketersediaan bahan, dan antusiasme anak. Faktor penghambat meliputi ketidaknyamanan awal anak terhadap tekstur cat, keterbatasan waktu, rasio guru dan anak, pengelolaan kebersihan, serta keterbatasan referensi teknik. Dengan demikian, finger painting relevan digunakan sebagai kegiatan seni yang menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini
Copyrights © 2026