Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah ruang redaksi media massa secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alur kerja produksi berita berbasis AI, batasan teknis penggunaan, serta implikasi etis yang muncul berdasarkan perspektif etika jurnalistik digital. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menerapkan metode triangulasi sumber yang mempertemukan sudut pandang organisasi media, praktisi struktural, dan akademisi komunikasi untuk memperkuat keabsahan temuan. Analisis data dilandasi oleh Teori Tanggung Jawab Sosial dan Teori Difusi Inovasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya divergensi sikap dalam adopsi teknologi. Pihak organisasi dan akademisi memandang AI generatif sebagai inovasi saluran pembantu untuk efisiensi teknis di bawah pengawasan manusia yang ketat. Sebaliknya, sebagian redaksi melarang keras penggunaan AI dalam penulisan berita faktual akibat kekhawatiran etis terkait halusinasi data, risiko manipulasi visual, serta terkikisnya insting investigasi lapangan jurnalis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun AI menawarkan efisiensi operasional, kehadirannya memicu ketegangan dengan etika jurnalistik. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme verifikasi manusia yang ketat (human in the loop) serta pembentukan regulasi mandiri yang baku demi menjaga integritas produk pers di era algoritma.
Copyrights © 2026