Kinerja pegawai pada instansi pemerintah sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan dan efektivitas komunikasi organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan dan komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Papua Barat, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di DP3A Provinsi Papua Barat. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala Likert 1–5 yang mencakup variabel kepemimpinan (X1), komunikasi organisasi (X2), dan kinerja pegawai (Y). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi (R²) melalui IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β=0,412; t=4,217; p<0,05), komunikasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β=0,389; t=3,986; p<0,05), serta kepemimpinan dan komunikasi organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F=38,724; p<0,05) dengan koefisien determinasi R²=0,624, yang berarti 62,4% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Peningkatan gaya kepemimpinan partisipatif dan penguatan sistem komunikasi dua arah direkomendasikan sebagai strategi utama peningkatan kinerja pegawai DP3A Provinsi Papua Barat.
Copyrights © 2026