Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak praktik spiritualitas terhadap kesehatan mental Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki St. Paulus Pulo Brayan Bengkel, Medan. Spiritualitas dipahami sebagai dinamika iman yang terwujud dalam doa, pembacaan Kitab Suci, partisipasi dalam liturgi, devosi, ziarah, dan asketisme, yang dijalankan secara kontekstual sesuai kebutuhan dan kesadaran personal. Kesehatan mental dalam penelitian ini mencakup aspek emosional, psikologis, dan relasional yang memengaruhi keseimbangan hidup kaum muda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa praktik spiritualitas tidak hanya membentuk relasi personal dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat kemampuan mengelola stres, menumbuhkan rasa syukur, membangun penerimaan diri, serta mempererat dukungan sosial dalam komunitas. Hasil ini menegaskan bahwa spiritualitas tidak bersifat soliter, melainkan tumbuh dalam interaksi intersubjektif dan praksis komunitas, yang secara signifikan berkontribusi pada kesehatan mental OMK. Spiritualitas menjadi sumber penguatan eksistensial yang memungkinkan mereka menghadapi tekanan hidup dengan harapan, ketangguhan, dan makna.
Copyrights © 2026