Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan iman bagi anak dan remaja di Stasi Santo Yosef Parsaoran, Paroki Beato Dionysius Sumbul, dengan menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap tiga belas narasumber yang meliputi pembina, orang tua, pengurus stasi, serta peserta pembinaan iman. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian pada dimensi konteks menunjukkan bahwa tujuan dan materi kegiatan sejalan dengan kebutuhan perkembangan religius anak dan remaja serta merespons tantangan Gereja di era digital. Ditinjau dari komponen input, masih dijumpai keterbatasan fasilitas, belum meratanya kompetensi pendamping, serta minimnya pembinaan berkelanjutan. Pada ranah proses, aktivitas pembinaan berlangsung secara teratur dan sistematis, namun strategi pembelajaran belum sepenuhnya kreatif, partisipatif, dan relevan dengan situasi hidup peserta. Dilihat dari keluaran (product), kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman iman, pembentukan sikap religius, serta keterlibatan aktif dalam perayaan liturgi dan pelayanan Gereja.
Copyrights © 2026