Volatilitas laba operasional merupakan manifestasi dari interaksi kompleks berbagai determinan finansial internal yang dapat menghambat keberlanjutan dan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth opportunity, operating cash flow, likuiditas (cash ratio), dan struktur modal (DER) terhadap risiko operasional yang diproksikan melalui volatilitas EBITDA, serta menguji peran moderasi kepemilikan institusional sebagai mekanisme good corporate governance. Populasi penelitian adalah perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Melalui metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 36 perusahaan dengan 180 observasi tahun-perusahaan (firm-year observations). Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan estimasi Robust Standard Errors untuk mengatasi heteroskedastisitas pada data panel, dibantu perangkat lunak STATA 17. Kesenjangan penelitian (research gap) yang diisi oleh studi ini adalah belum adanya pengujian simultan peran moderasi kepemilikan institusional terhadap empat determinan keuangan sekaligus dalam memengaruhi volatilitas EBITDA, khususnya pada sektor Consumer Non-Cyclicals pasca-pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth opportunity dan operating cash flow berpengaruh positif signifikan, sedangkan likuiditas dan struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko operasional. Uji moderasi menunjukkan bahwa kepemilikan institusional hanya mampu memperkuat pengaruh growth opportunity terhadap risiko operasional (H5 didukung), namun tidak memoderasi hubungan operating cash flow, likuiditas, dan struktur modal (H6–H8 tidak didukung).
Copyrights © 2026