Sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di negara berkembang mengalami tata kelola aset terfragmentasi, praktik pemeliharaan reaktif, dan pemanfaatan infrastruktur sosial yang belum optimal, sehingga membatasi efisiensi operasional dan keberlanjutan jangka panjang. Dalam rangka mengatasi ketidakefisienan struktural tersebut melalui intervensi pengabdian kepada masyarakat di TPST 3R Gading Kulon, Kota Malang, dengan mengintegrasikan manajemen aset konstruksi dan revitalisasi infrastruktur sosial. Intervensi meliputi penataan ulang infrastruktur, inventarisasi dan klasifikasi aset secara sistematis, pengembangan protokol pemeliharaan yang terstandarisasi, serta penerapan sistem pencatatan aset dan keuangan yang akuntabel. Optimalisasi alur kerja dan reorganisasi tata ruang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, sirkulasi pengguna, dan pemanfaatan fungsi fasilitas. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, konsultasi dengan pemangku kepentingan, dan penilaian operasional sebelum dan sesudah intervensi. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan fungsi infrastruktur, keterlacakan aset, dan kualitas tata kelola. Peralihan dari pemeliharaan reaktif ke pemeliharaan terstruktur mengurangi gangguan operasional dan memperpanjang umur layanan aset. Integrasi sistem pengelolaan keuangan dan aset meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan pengambilan keputusan dalam kerangka operasional TPST 3R. Kontribusi pada literatur ilmu manajemen dengan menawarkan model integratif yang menghubungkan tata kelola aset teknis dengan hasil sosial-ekonomi. Model tersebut menunjukkan skalabilitas dan relevansi sistem infrastruktur terdesentralisasi serupa di negara berkembang. Program ini sejalan dengan SDGs tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), sekaligus mendukung RPJMN Indonesia 2025–2029 dan prioritas riset nasional di bidang teknologi terapan serta infrastruktur berkelanjutan.
Copyrights © 2026