Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan memiliki kemampuan tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga berwirausaha secara mandiri. Namun, tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK yang mencapai 9,01% (BPS, 2025) menunjukkan bahwa penguatan kompetensi kewirausahaan aplikatif masih menjadi kebutuhan mendesak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman manajerial siswa melalui pelatihan sablon digital berbasis teknologi Direct to Film (DTF) yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Kewirausahaan di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan learning by doing dengan lima tahapan utama: (1) koordinasi dan perizinan, (2) identifikasi kebutuhan dan penyusunan modul, (3) pelatihan teknis sablon DTF, (4) pendampingan kewirausahaan berbasis proyek mini, dan (5) evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis siswa, kreativitas desain, serta pemahaman terhadap proses usaha mulai dari produksi hingga pemasaran. Siswa mampu menghasilkan produk sablon yang layak jual dan menyusun rencana usaha sederhana berbasis pengalaman praktik. Integrasi pelatihan ke dalam pembelajaran formal terbukti efektif dalam menumbuhkan motivasi wirausaha, menghubungkan teori dengan praktik, serta membentuk pola pikir manajerial yang aplikatif. Dengan demikian, pelatihan sablon DTF berbasis praktik langsung dapat menjadi model edukasi vokasional yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha modern.
Copyrights © 2026