Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui metode transformasi konflik. Kegiatan penyuluhan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui transformasi konflik difokuskan pada pasangan muda di Dukuh Tanjung, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Banyak pasangan muda di dukuh ini dalam interkasi kesehariannya berpotensi memunculkan kesalahpahaman yang berakibat pada terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Langkah pelaksanaan penyuluhan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui metode transformasi konflik berupa sosialisasi, permainan, role-play, dan pelatihan/simulasi. Kegiatan penyuluhan ini telah berhasil: 1) memetakan harapan peserta dalam berumah tangga, salah satunya adalah terbentuknya rumah tangga yang ideal. 2) mengkategorisasi permasalahan rumah tangga melalui penggunaan metode permainan ular tangga. 3) memecahkan permasalahan rumah tangga oleh peserta kegiatan melalui metode role play. Drama yang dibuat dalam aktivitas role play yang dilakukan peserta merepresentasikan permasalahan rumah tangga dan cara penyelesaian masalah rumah tangga tersebut.
Copyrights © 2026