Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan ragam bahasa Indonesia formal dan tidak formal dalam interaksi mahasiswa Universitas Negeri Medan di lingkungan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket secara daring menggunakan Google Form dengan instrumen berupa 10 pernyataan skala Likert. Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan disajikan dalam bentuk diagram untuk mempermudah proses interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa formal lebih banyak digunakan dalam situasi akademik, seperti komunikasi dengan dosen, presentasi, dan kegiatan resmi karena dianggap mencerminkan kesopanan, kejelasan, dan profesionalisme. Sementara itu, ragam bahasa tidak formal lebih dominan digunakan dalam interaksi antar mahasiswa karena dinilai lebih santai, akrab, dan mempermudah komunikasi sehari-hari. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan bahasa mahasiswa dipengaruhi oleh situasi komunikasi, lawan bicara, lingkungan pergaulan, serta perkembangan teknologi dan media sosial. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan menempatkan penggunaan ragam bahasa sesuai konteks komunikasi agar tercipta komunikasi yang efektif, santun, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026