Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena penggunaan bahasa walikan sebagai identitas sosial di kalangan Gen-Z serta mengetahui dampaknya terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner terhadap 30 siswa kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Gema Buwana. Hasil penelitian menunjukkan fenomena bahasa walikan telah terinternalisasi kuat, dengan tingkat pengetahuan siswa mencapai 93,3% dan pengalaman penggunaan nyata sebesar 80%. Faktor utama penggunaan meliputi motivasi internal mengikuti tren pergaulan serta dorongan eksternal pengaruh teman sebaya demi membangun komunikasi yang santai. Secara struktural, kosakata yang digunakan mencakup pembalikan huruf total (agit, utas), pembalikan silabel dengan pemotongan (sabi, kuy), dan asimilasi slang digital. Terkait dampak, mayoritas siswa (66,7%) menilai tidak berdampak negatif karena kemampuan code-switching yang adaptif, namun sepertiga responden (33,3%) mengindikasikan adanya potensi interferensi terhadap bahasa formal. Penelitian ini menyimpulkan perlunya kontrol dari lembaga pendidikan untuk menjaga keseimbangan pemakaian bahasa formal siswa di lingkungan akademik.
Copyrights © 2026