Kepemimpinan dalam Islam dipandang sebagai amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, keadilan, serta nilai moral dan spiritual. Meskipun nilai-nilai ini menjadi landasan utama, penerapannya dalam praktik sering menghadapi berbagai kelemahan, seperti pola kepemimpinan yang hierarkis dan otoriter, rendahnya partisipasi anggota, serta tantangan perubahan dan inovasi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, mengumpulkan dan menganalisis sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan dokumen relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama dalam penerapan nilai-nilai Islamic leadership meliputi minimnya partisipasi dalam pengambilan keputusan, rendahnya integritas etika, dan kecenderungan mempertahankan pola konvensional. Kesimpulannya, untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan Islam, perlu upaya penguatan nilai-nilai moral dan etika, peningkatan kompetensi pemimpin, serta pembukaan ruang partisipasi yang lebih luas agar kepemimpinan dapat lebih relevan dan mampu menjawab tantangan zaman serta mendukung keberlangsungan pendidikan Islami yang adil dan berintegritas.
Copyrights © 2026