Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) konvensional dengan pendekatan teacher-centered sering kali memicu kebosanan, kepasifan, dan rendahnya hasil belajar siswa, terutama pada materi yang menuntut pemahaman konseptual yang abstrak seperti Rukhsah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menguji, dan membandingkan signifikansi peningkatan hasil belajar (Gain Score) antara kelas eksperimen yang menggunakan teknologi dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory dan pendekatan kuasi-eksperimen (nonequivalent control group design) pada siswa kelas VII di SMPN 2 Majalaya. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen (97,44) jauh lebih tinggi dibanding kelas kontrol (84,52). Peningkatan hasil belajar (N-Gain Score) kelas eksperimen masuk dalam kategori sedang (0,308), sementara kelas kontrol berada pada kategori rendah (0,213). Uji Mann-Whitney U mengonfirmasi adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan secara statistik (p = 0,000 < 0,05). Secara kualitatif, skor observasi proses pembelajaran PAIKEM kelas eksperimen mencapai 85%, lebih unggul daripada kelas kontrol yang meraih 75%. Kesimpulannya, integrasi teknologi pendidikan berupa media audio visual secara efektif mampu meningkatkan kualitas proses, hasil belajar, dan pemerataan pemahaman siswa pada materi Rukhsah.
Copyrights © 2026