Dalam analisis ketenagakerjaan, pengangguran tersembunyi, juga dikenal sebagai underemployment, sering terabaikan meskipun berkontribusi signifikan terhadap penurunan Produk Domestik Bruto (GDP) nasional melalui penurunan produktivitas tenaga kerja. Dalam penelitian ini, model regresi ekonometrik Vector Error Correction Model (VECM) digunakan untuk menganalisis dampak pengangguran tersembunyi terhadap GDP Indonesia dari tahun 2015 hingga 2025. Data time series diambil dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS).Hasil menunjukkan bahwa peningkatan pengangguran tersembunyi sebesar 1% menyebabkan penurunan GDP hingga 0,45% dalam jangka pendek, sementara penurunan output potensial menyebabkan penurunan GDP sebesar 0,72% dalam jangka panjang. Ini menjadi lebih buruk, terutama setelah pandemi COVID-19, karena faktor pendukung seperti sektor informal dan kekurangan tenaga kerja. Temuan ini menegaskan relevansi Hukum Okun yang dimodifikasi untuk konteks emerging economy. Implikasinya, kebijakan pemerintah disarankan fokus pada pelatihan vokasi dan reformasi pasar tenaga kerja untuk meminimalkan kehilangan pendapatan nasional. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pengangguran tersembunyi di negara berkembang.
Copyrights © 2026