Evaluasi hasil belajar di tingkat sekolah dasar sering kali terjebak pada formalitas administratif yang mengabaikan kondisi psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mendeskripsikan pemanfaatan instrumen wawancara serta observasi dalam mengevaluasi implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui lensa Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang humanis. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, instrumen ini dirancang untuk memotret kesiapan manajerial kepala sekolah, kompetensi pedagogis sekaligus empati pendidik, serta respon afektif peserta didik. Hasil penyusunan instrumen menunjukkan bahwa evaluasi TKA yang ideal tidak hanya mengukur angka capaian kognitif, melainkan harus mengintegrasikan kenyamanan ruang, kejelasan komunikasi kepada orang tua, dan reduksi kecemasan pada anak. Instrumen triangulasi (kepala sekolah, guru, siswa, dan lembar observasi) ini merekomendasikan model evaluasi yang menempatkan anak sebagai subjek yang didukung, bukan objek yang dihakimi.
Copyrights © 2026