Pendidikan Islam merupakan sarana dakwah yang dinamis, mengalami pembaruan untuk menyesuaikan tuntutan zaman. Hasan Al-Banna (1906-1949), pendiri Ikhwanul Muslimin, menjadi tokoh reformis utama yang menekankan pendidikan sebagai kunci bangkitnya umat Islam dari kemunduran akibat sistem hafalan semata. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan library research (studi pustaka), mengumpulkan data dari literatur primer, jurnal, dan sumber relevan tentang biografi serta pemikiran Al-Banna untuk analisis mendalam. Analisis biografinya mengungkap perjalanan hidup dari pendidikan awal di bawah ayahnya hingga peran sebagai guru dan aktivis. Pemikirannya tentang pendidikan Islam berfokus pada konsep manusia utuh (jasmani, akal, hati/qalb), dengan tarbiyah menyeluruh berorientasi ketuhanan untuk membentuk insan kamil yang shaleh wa mushlih. Tujuan mencakup 10 aspek holistik, materi terbagi akal (ilmu rasional), jasmani (kesehatan), dan hati (keimanan), serta metode enam: diakronis, sinkronik-analitik, hallul musykilat, tajribiyyat, al-istiqraiyyat, dan al-istinbathiyyat. Pemikiran ini relevan dengan pendidikan Islam terpadu modern, membangun generasi berilmu, bermoral, dan kompetitif.
Copyrights © 2026