Transformasi digital telah mengubah pola relasi sosial, termasuk pola pengasuhan dan pendidikan karakter anak. Kondisi ini memunculkan tantangan bagi Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama terkait melemahnya fungsi keteladanan orang tua sebagai agen utama pembentukan akhlak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis PAI dalam merespons krisis keteladanan orang tua di era digital serta merumuskan model integratif yang dapat diterapkan di lembaga pendidikan formal. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis keteladanan orang tua dipengaruhi oleh dominasi penggunaan media digital dalam keluarga, tekanan ekonomi yang mengurangi kualitas pengasuhan, dan pergeseran nilai akibat paparan media sosial. PAI memiliki peran strategis dalam mengatasi kondisi tersebut melalui penguatan nilai aqidah, akhlak, dan fiqih yang diimplementasikan secara kontekstual, holistik, dan berbasis keteladanan. Model ini berpotensi mendukung pembentukan karakter anak yang adaptif dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2026