Penelitian bertujuan untuk menganalisis jaringan rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Penelitian ini dilakukan di empat desa di Kecamatan Kayangan, KLU yaitu Desa Salut, Desa Selengen, Desa Mumbul Sari dan Desa Akar-Akar secara purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif, sedangkan sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data dianalisis secar adeskriptif dengan menggunakan analisis kerangka Food Supply Chain Network (FSCN) dan Supply Chain Operating Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jaringan rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayaangan Kabupaten Lombok Utara, yaitu: a). Sasaran pasar rantai pasok biji kemiri kupasan yang adalah di dalam maupun luar pulau Lombok (Bali dan Jawa), sedangkan pengembangannya adalah: memperhatikan kadar air, memangkas salah satu pelaku rantai pasok, dan menyeragamkan harga; b). Manajemen rantai pasok terdiri atas pemilihan mitra yang ditentukan berdasarkan faktor kedekatan lokasi, besar kecilnya skala pembelian dan kemudahan memasarkan biji kemiri. Kesepakatan yang terjadi antar mata rantai dilakukan secara non formal (lisan) dengan transaksi secara tunai. Belum adanya bantuan dari pemerintah pada pelaku rantai pasok biji kemiri; c). Struktur rantai pasok meliputi 2 saluran yaitu saluran I (petani – PP dusun – PP desa – pengupas – pedagang besar – pengecer) dan saluran II (petani - PP desa - pengupas - pedagang besar – pengecer) yang masing – masing mata rantai pasok memiliki peran yang berbeda. Pasokan biji kemiri gelondongan Lombok belum mampu memenuhi permintaan industri pengolah; d) Sumberdaya rantai pasokterdiri atas sumberdaya fisik berbeda – beda tiap anggota rantai sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan sumberdaya teknologi masih menggunakan peralatan sederhana, sumberdaya manusia menggunakan tenaga kerja dalam keluarga dan luar keluarga serta sumberdaya modal yang masih terbatas; e) Proses bisnis rantai pasok terdiri atas 3 (tiga) aliran yaitu aliran produk, aliran dana dan aliran informasi yang terditribusi secara merata dan lancar. Risiko yang dihadapi oleh setiap mata rantai adalah terkait harga fluktuatif, kerusakan hasil produksi dan kemacetan pasar serta cara untuk membangun kepercayaan (trust building) adalah dengan lancar berkomunikasi dan dijual pada pelaku yang sama.
Copyrights © 2026