Agrita
Vol. 8 No. 1 (2026): June

ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI CABAI KERITING DAN TOMAT SAYUR DI KELOMPOK TANI GEDE HARAPAN DESA GEKBRONG KECAMATAN GEKBRONG KABUPATEN CIANJUR

Tiara Maulani Pratiwi (Universitas Suryakancana)
Rosda Malia (Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana)
Raden Ruli Basuni (Universitas Suryakancana)
Zuber (Universitas Suryakancana)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Sektor hortikultura di Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kondisi geografis, iklim tropis, permintaan pasar yang tinggi, serta kemajuan teknologi pertanian menjadi faktor pendorong utama pengembangan komoditas hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan usahatani cabai keriting dan tomat sayur serta menganalisis efisiensi ekonomi masing-masing komoditas. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, pada Kelompok Tani Gede Harapan selama empat bulan (November 2024–Maret 2025) dengan metode deskriptif kuantitatif dan teknik sampling jenuh. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari literatur dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih usahatani cabai keriting sebesar Rp407.501.291/ha/tahun dengan dua musim tanam, sedangkan tomat sayur sebesar Rp773.983.438/ha/tahun dengan tiga musim tanam. Nilai R/C Ratio cabai keriting sebesar 2,36 dan tomat sayur sebesar 3,01, menunjukkan bahwa usahatani tomat sayur lebih efisien secara ekonomi karena memberikan pengembalian yang lebih tinggi terhadap biaya yang dikeluarkan.

Copyrights © 2026