Permasalahan utama dalam pembelajaran sepak bola di SMAN 1 Lamongan adalah rendahnya kemampuan shooting siswa, yang dipengaruhi oleh penggunaan metode konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan menilai efektivitas model pembelajaran kooperatif STAD dalam meningkatkan hasil belajar shooting. Penelitian melibatkan 40 siswa kelas XI-1, yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen melalui teknik ordinal pairing. Proses pembelajaran berlangsung selama lima pertemuan, terdiri atas pretest, tiga kali perlakuan latihan shooting, dan posttest. Hasil analisis menggunakan SPSS menunjukkan adanya perbedaan yang jelas antara kedua kelompok. Uji Independent Sample T-test menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) 0.000, menandakan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah perlakuan. Selain itu, Uji Paired Sample T-test juga menunjukkan nilai 0.000 pada seluruh variabel, yang berarti terdapat peningkatan signifikan antara pretest dan posttest pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan persentase peningkatan, kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan 3,87% pada pengetahuan dan 10,46% pada keterampilan. Sebaliknya, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang jauh lebih tinggi, yaitu 17,7% pada pengetahuan dan 39,6% pada keterampilan. Hasil ini menunjukkan bahwa model STAD lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan shooting siswa. Secara keseluruhan, penerapan model STAD terbukti mampu meningkatkan hasil belajar shooting sepak bola serta mendorong siswa lebih aktif, terlibat, dan bekerja sama dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2026