Perkembangan teknologi dan media sosial memicu munculnya perilaku doomscrolling, yaitu kebiasaan menggulir dan mengonsumsi informasi negatif secara terus-menerus. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap fenomena ini akibat tingginya intensitas penggunaan media sosial untuk kebutuhan akademik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena doomscrolling, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap kesehatan mental mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), yang dimana data dikumpulkan melalui analisis mendalam terhadap artikel ilmiah dari database seperti Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doomscrolling dipicu oleh interaksi kompleks antara algoritma media sosial, dinamika psikologis individu seperti Fear of Missing Out atau (FoMO), dan pengaruh lingkungan global. Perilaku ini berdampak buruk terhadap kesehatan mental mahasiswa, mulai dari meningkatkan kecemasan, memicu overthinking, mengganggu konsentrasi belajar, hingga menyebabkan kelelahan mental dan menurunkan kesejahteraan psikologis. Sebagai upaya preventif, mahasiswa disarankan untuk meningkatkan regulasi diri dalam bermedia sosial dan memperkuat literasi digital.
Copyrights © 2026