Stres dan gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, sehingga diperlukan alternatif alami yang aman dan ramah lingkungan sebagai media relaksasi. Lilin aromaterapi berbahan dasar tanaman herbal, seperti daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.), menjadi salah satu pilihan yang potensial karena mengandung senyawa bioaktif dan minyak atsiri yang bermanfaat menenangkan pikiran, mengurangi stres, serta meningkatkan kualitas tidur. Kegiatan PKM ini dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK Desa Karangsari pada tanggal 24 Agustus 2025 melalui kegiatan penyuluhan, praktik pembuatan lilin aromaterapi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Media yang digunakan dalam penyampaian materi adalah ceramah sederhana, booklet, dan demonstrasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta. Sebelum pelatihan, hasil pre-test menunjukkan 15 peserta berada pada kategori “Cukup”, 7 peserta “Baik”, dan 3 peserta “Kurang”. Setelah pelatihan, hasil post-test meningkat menjadi 24 peserta kategori “Baik” dan 1 peserta “Cukup”. Selain itu, keterampilan peserta juga meningkat, terlihat dari kemampuan seluruh peserta dalam mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi secara mandiri. Monitoring lebih lanjut menunjukkan bahwa 60% peserta konsisten menggunakan lilin aromaterapi, 20% cukup, dan 20% kurang konsisten. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah PKM berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat masyarakat dalam memanfaatkan lilin aromaterapi berbahan alami sebagai media relaksasi. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan alat praktik, waktu pelaksanaan yang singkat, serta keterbatasan daya simpan aroma lilin alami. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan PKM ini berupa laporan hasil kegiatan, booklet pembuatan lilin aromaterapi, serta artikel dan pendaftaran HaKI sebagai bentuk publikasi dan keberlanjutan program.
Copyrights © 2026