Cedera ringan merupakan kejadian yang umum terjadi dalam olahraga beladiri pencak silat, namun penanganan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi dan menghambat proses pemulihan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penanganan cedera ringan olahraga pada atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja yang berjumlah 32 atlet, diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket/kuesioner pengetahuan penanganan cedera ringan yang terdiri atas 30 butir pernyataan valid, mencakup empat aspek: (1) pengetahuan tentang jenis dan gejala cedera ringan, (2) pengetahuan tentang prinsip penanganan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), (3) pengetahuan tentang pertolongan pertama cedera, dan (4) pengetahuan tentang kapan merujuk ke tenaga medis. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan norma kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penanganan cedera ringan atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja berada pada kategori cukup (53,13%), disusul kategori baik (25,00%), kurang (15,63%), sangat baik (3,13%), dan sangat kurang (3,13%). Dengan nilai rata-rata skor pengetahuan sebesar 65,28 dari skor maksimal 100. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan penanganan cedera ringan atlet pencak silat SMP N 1 Mandiraja secara umum masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek prinsip RICE dan pengetahuan kapan merujuk ke tenaga medis.
Copyrights © 2026