Perkembangan media sosial menyebabkan terjadinya perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya dalam penggunaan bahasa di ruang digital. Instagram sebagai media sosial populer menjadi wadah munculnya berbagai variasi bahasa, seperti singkatan tidak baku, campur kode bahasa asing, bahasa gaul, dan kesalahan ejaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyimpangan bahasa serta menganalisis fenomena tersebut dari perspektif sosiolinguistik pada kolom komentar Instagram Lambe Turah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi komentar Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa singkatan tidak baku mendominasi penggunaan bahasa warganet karena faktor efisiensi komunikasi digital. Campur kode bahasa asing muncul akibat pengaruh globalisasi dan prestise sosial. Bahasa gaul digunakan sebagai identitas kelompok sosial serta pencipta keakraban dalam komunikasi daring. Sementara itu, kesalahan ejaan terjadi karena rendahnya perhatian terhadap kaidah PUEBI dan kebiasaan mengetik cepat di media sosial. Penelitian ini membuktikan bahwa media sosial berpengaruh terhadap perubahan perilaku berbahasa masyarakat, khususnya generasi muda di ruang digital.
Copyrights © 2026