Tingginya angka kekerasan seksual pada anak, termasuk di lingkungan keagamaan, mengindikasikan adanya kesenjangan paradoksal antara pemahaman kognitif agama dan penghayatan spiritual. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran manifestasi iman dalam membentuk perilaku perlindungan terhadap anak perempuan melalui perspektif psikologi agama. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa keimanan dan kesadaran muraqabah berfungsi sebagai kontrol internal yang efektif mencegah perilaku menyimpang. Pendidikan agama berbasis tarbiyah jinsiyah turut membekali anak dengan perisai perlindungan mental. Kesimpulannya, pencegahan kekerasan seksual menuntut keselarasan ilmu dan iman, sinergi Tri Pusat Pendidikan, serta solidaritas perlindungan kolektif dari masyarakat (takaful ijtima'i).
Copyrights © 2026