Pengembangan kompetensi guru abad 21 menghadapi tantangan integrasi teknologi, beban administratif, dan tuntutan Kurikulum Merdeka yang kompleks. Penelitian ini bertujuan merancang model manajemen SDM strategis berbasis Pelatihan–Evaluasi–Retensi (PER) untuk meningkatkan kemampuan, kesempatan inovasi, dan motivasi guru. Metode yang digunakan bersifat konseptual dengan analisis literatur, studi teori AMO dan Resource-Based View, serta kajian empiris terkait evaluasi kinerja, retensi non-finansial, dan technostress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pelatihan untuk ability, evaluasi kinerja untuk opportunity, dan retensi non-finansial untuk motivation membentuk siklus berkelanjutan yang meningkatkan kompetensi, keterlibatan, dan kesejahteraan guru. Kesimpulannya, Model PER menawarkan cetak biru strategis untuk sekolah menengah dalam mengelola guru sebagai aset strategis, sekaligus memitigasi burnout dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026