Penelitian ini berupaya untuk mensitasi dan mengkaji diagnosis speech delay pada populasi anak usia dini melalui lensa pola komunikasi orang tua dalam konteks domestik. Pendekatan metodologis yang diadopsi adalah kualitatif, memanfaatkan tinjauan literatur ekstensif. Ini melibatkan analisis komprehensif terhadap lima belas artikel jurnal internasional yang terkemuka dan memiliki reputasi baik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, diikuti dengan analisis isi (content analysis) untuk mengungkap pola, konsep, dan korelasi antar variabel. Temuan utama mengindikasikan bahwa pola komunikasi orang tua memegang peranan krusial dalam perkembangan linguistik anak, yang terutama termanifestasi melalui responsivitas, frekuensi interaksi, dan mutu stimulasi verbal. Anak-anak yang terlibat dalam dialog verbal yang dinamis, berkelanjutan, dan bermutu cenderung menunjukkan perkembangan bahasa yang sangat baik, sementara defisiensi dalam interaksi verbal dapat secara signifikan meningkatkan predisposisi terhadap speech delay. Selain itu, lingkungan rumah yang komunikatif serta keterlibatan aktif orang tua dalam intervensi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak. Penelitian ini menegaskan bahwa pola komunikasi orang tua dapat dijadikan sebagai indikator penting dalam analisis diagnostik yang lebih kontekstual dan komprehensif. Dengan demikian, pendekatan berbasis keluarga memiliki potensi besar dalam mendukung deteksi dini dan penanganan speech delay pada anak usia dini.
Copyrights © 2026