Distribusi zakat yang efektif masih menjadi tantangan bagi lembaga pengelola zakat, termasuk BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model distribusi zakat yang diterapkan serta merumuskan model yang lebih efektif untuk meningkatkan pemberdayaan mustahik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, laporan tahunan BAZNAS, dan data BPS periode 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi zakat masih didominasi pola konsumtif, sedangkan program produktif mulai berkembang melalui bantuan modal usaha dan pemberdayaan UMKM. Efektivitas distribusi berada pada kategori cukup baik dalam aspek ketepatan sasaran dan waktu, namun masih lemah dalam keberlanjutan program. Penelitian ini mengusulkan Model Distribusi Zakat Berbasis Pemberdayaan Terpadu (MPZPT) yang mengintegrasikan bantuan konsumtif, pelatihan, pendampingan, pemantauan, dan dana bergulir
Copyrights © 2026